Langsung ke konten utama

Gua Laut Dengan Formasi Batu Yang Indah di NTT

Hi Traveler!

Waktu liburan telah tiba. Saatnya menjelajah untuk menikmati keindahan pesona alam Indonesia. Kali ini terdapat informasi dan rekomendasi liburan yang bisa untuk kalian datangi saat berkunjung di Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur dikenal dengan keindahan alamnya yang menarik untuk dikunjungi seperti Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, Labuan Bajo, dan masih banyak lagi salah satunya yaitu Gua Rangko.

Gua Rangko adalah sebuah gua dengan beragam bentuk ornamen stalaktit dengan formasi batu dan pancaran sunset yang populer untuk berenang dan menyelam. Tempat ini memiliki daya tarik berupa kolam air asin di dalamnya yang airnya begitu jernih dan bewarna biru. Gua Rangko berada di Pulau Flores bagian Barat, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

pariwisataku.com/review-gua-rangko/@kuntjoro68

Wisata ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Labuan Bajo, yang meliputi 13 kilometer perjalanan darat dan 3 kilometer perjalanan laut serta memiliki waktu tempuh sekitar 1 jam. Perjalanan dapat ditempuh dari Labuan Bajo dengan kendaraan darat menuju ke Kecamatan Boleng. Dari Kecamatan Boleng kita bisa  menyewa perahu menuju ke lokasi Gua Rangko. Alternatif lain, kita bisa menyewa perahu dari Labuan Bajo. Namun, pastinya memiliki tarif harga sewa yang lebih mahal.

Saat tiba di dermaga tujuan, kita sudah disambut dengan keindahan alam di sekitarnya. Perjalanan masih harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 300 meter untuk sampai di lokasi gua. Saat perjalanan, kita melewati keindahan pantai berpasir dan pepohonan. Selain itu, kita bisa berfoto di ujung dermaga atau gazebo di bagian tengah dermaga. Setelah melewati bagian pantai berpasir lalu berkarang, dan akan sampai di mulut gua. Masuk dan turun ke dalam lalu  melewati tangga batu.

tripadvisor/guarangko

Disini kita bisa menyaksikan keindahan alam dengan menyelam dibawah gua. Keindahan Gua Rangko sangat terlihat dari adanya kolam alami yang berisikan air laut yang masuk melalui rongga-rongga bebatuan karang. Di bagian yang terang, airnya terlihat bewarna biru. Sedangkan di bagian yang lebih gelap air terlihat bewarna hijau. Menikmati indahnya Gua Rangko dapat dirasakan dengan sensasi saat berenang didalam kolam alami didalam gua. Bagai kolam pribadi, apalagi jika kita datang di saat sepi atau tidak ramai pengunjung.

Kita bisa melihat dan menikmati keindahan terumbu karang dan berbagai biota laut yang hidup di sekitarnya.Kita juga bisa melakukan aktivitas snorkeling dan diving di sekitar dermaga atau di beberapa spot lainnya.

Untuk fasilitas masih belum ada fasilitas memadai di lokasi gua, termasuk tidak adanya penjual makanan. Jadi sebaiknya saat datang berkunjung membawa bekal makanan atau perlengkapan pribadi sendiri. Fasilitas yang bisa di dapatkan saat berkunjung yaitu dengan adanya guide lokal yang bisa membantu saat kita ingin bertanya atau perlu untuk didampingi selama berlibur.

By: Alusia Ikabela Yashinta / 152010683022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surabaya North Quay, Wisata Pesiar Lokal Rasa Internasional!

 Hi Traveler! Surabaya menjadi kota besar yang sering menjadi tempat tujuan wisata. Berbagai tempat belanja dari tradisional hingga modern ada di Ibukota Jawa Timur ini. Salah satunya adalah Surabaya North Quay atau yang biasa disingkat dengan SNQ. Surabaya North Quay berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya Timur, Jawa Timur. Tepatnya berada di lantai 3 area pelabuhan Pelindo 3. Surabaya North Quay (SNQ) beroperasi sejak tahun 2016. Sebelumnya, SNQ adalah terminal bagi kapal pesiar mewah yang bersandar. Namun, tempat ini sengaja dibenahi supaya dapat menjadi tempat wisata bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari luar daerah yang penasaran ingin melihat lautan lepas dari dekat dan kapal pesiar mewah yang sedang bersandar, menikmati keindahan sunset dengan suguhan pemandangan Selat Madura, Jembatan Suramadu, serta aktivitas lalu – lalang kapal di pelabuhan Tanjung Perak dan hal inilah yang menjadi daya...

Surga Tersembunyi Di Kabupaten Ende, NTT

Hi Traveler! Bukit Liaga adalah surga tersembunyi yang berada di desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Belum banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata bukit yang eksotik  ini. Karena memang, tempatnya yang agak terpencil dan belum begitu banyak dijamah pengunjung. Sekitar dua tahun terakhir ini mulai ramai berdatangan wisatawan lokal dari berbagai daerah maupun luar daerah, bahkan beberapa dari luar negeri sudah mengunjungi tempat ini. facebook.com/@erwinyuan Bukit Liaga menawarkan pesona khas perbukitan yang berdempetan dengan laut Flores. Dari atas bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan Pantai Bele dan Aewa. Latar elok itu sangat cocok bagi wisatawan yang suka berfoto dan mencari spot Instagramable. Untuk mencapai puncak Bukit Liaga yang memesona, wisatawan harus berjalan kaki. Rasa letih saat berjalan akan terbayar dengan pesona Bukit Liaga. Saat dijalan menuju kaki Bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan pantai. Apalagi, saat wisatawan mel...

Mengenal Fauna-Fauna Langka di Nusa Tenggara Timur

Hi Traveler! Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai macam fauna khas yang dilindungi karena angka kepunahannya di Indonesia saat ini menjadi cukup tinggi akibat aktivitas perburuan liar dan hilangnya habitat asli. Selain Komodo, terdapat Tikus Raksasa Flores dan Elang Flores loh! Yuk simak lengkapnya. komodo yang sedang berjemur Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia sehingga pemerintah Indonesia memasukkan kom...