Langsung ke konten utama

Pesona Bendungan Waikelo di NTT

 Hi Traveler!

Indonesia merupakan negara dengan segala keanekaragaman yang sangat luar biasa. Berbagai potensi budaya, keindahan alam hingga potensi pariwisatanya telah diakui oleh dunia. Sudah menjadi kewajiban kita sebagai masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga dan mempertahankan warisan kekayaan alam Indonesia dan menjadi tugas kita agar memperkenalkan berbagai macam keindahan alam dan potensi pariwisatanya. Salah satu yang memiliki potensi pariwisata dan keindahan alam adalah pulau Nusa Tenggara Timur.

Pulau NTT memiliki sejuta keindahan alam yang luar biasa mulai dari pantai, pegunungan dan bentangan alam yang indah lainnya. Yang menjadi topik pembahasan kali ini adalah pulau Sumba. Pulau sumba merupakan salah satu pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayahnya mencapai 10.710 km², dengan titik tertingginya adalah gunung wanggameti (1.225m). Pulau Sumba berbatasan langsung dengan kabupaten Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur dan Australuia di selatan dan tenggara. Pulau ini terdiri dari Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur.

Di Sumba banyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan sudah hits di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Seperti halnya Weekuri Lagoon, Desa Adat Ratenggoro, Pantai Bawana, Air terjun Waimarang, Air terjun Kanabu Wai, Bukit Wairinding, Sumba Cultural Research and Conservation Institute, Pasola Festival dan bendungan Waikelo sawah. 

Namun kali ini destinasi yang akan kita bahas memang belum terlalu dikenal oleh wisatawan, tetapi memiliki keindahan alam yang cukup menawan juga. Namun bagi wisatawan mancanegara, ini merupakan salah satu destinasi hits dan wajib dikunjungi saat berada di Sumba NTT. Destinasi yang dimaksud adalah Waikelo Sawah yang berada di desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT. 

indonesiakaya.com/Sumber_air_Waikelo_Sawah_ini_berasal_dari_sungai_bawah_tanah

Waikelo Sawah dulunya merupakan bendungan yang dirancang untuk keperluan irigasi dan pembangkit listrik pada tahun 1976. Waikelo Sawah berguna untuk mengairi persawahan beberapa desa diantaranya Desa Tema Tana, Kalembu Ndara Mane, Mareda Kalada, Pada Eweta, Wee Rame dan Desa Tanggaba. Aliran debit airnya cukup deras yakni, diperkirakan mencapai 1000 liter/ detiknya. Karena derasnya debit air maka wisatawan tidak diperbolehkan untuk berenang di bendungan ini.

nativeindonesia.com/waikelo-sawah

Tak hanya berfungsi sebagai PLTA, kini keberadaan Waikelo Sawah ini juga dijadikan destinasi wisata sebagai tempat melepas penat hanya untuk sekedar menikmati suasana teduh diantara rimbunnya pepohonan di sekitar bendungan. Letaknya yang berada di atas bukit menjadikan siapapun betah berada di sana. Bendungan indah nan jernih ini pun lebih mirip gua alami selebar 4m dengan ketinggian sekitar 3m. Sebuah gua dengan panorama hutan hijau dan pintu masuk batu yang indah serta lebih terlihat seperti desain arsitektur alam terbaik. Maka tak heran, bendungan ini menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi saat musim kemarau yakni pada bulan Februari hingga Maret.

By: Angger Resi / 152010683036


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surabaya North Quay, Wisata Pesiar Lokal Rasa Internasional!

 Hi Traveler! Surabaya menjadi kota besar yang sering menjadi tempat tujuan wisata. Berbagai tempat belanja dari tradisional hingga modern ada di Ibukota Jawa Timur ini. Salah satunya adalah Surabaya North Quay atau yang biasa disingkat dengan SNQ. Surabaya North Quay berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya Timur, Jawa Timur. Tepatnya berada di lantai 3 area pelabuhan Pelindo 3. Surabaya North Quay (SNQ) beroperasi sejak tahun 2016. Sebelumnya, SNQ adalah terminal bagi kapal pesiar mewah yang bersandar. Namun, tempat ini sengaja dibenahi supaya dapat menjadi tempat wisata bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari luar daerah yang penasaran ingin melihat lautan lepas dari dekat dan kapal pesiar mewah yang sedang bersandar, menikmati keindahan sunset dengan suguhan pemandangan Selat Madura, Jembatan Suramadu, serta aktivitas lalu – lalang kapal di pelabuhan Tanjung Perak dan hal inilah yang menjadi daya...

Surga Tersembunyi Di Kabupaten Ende, NTT

Hi Traveler! Bukit Liaga adalah surga tersembunyi yang berada di desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Belum banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata bukit yang eksotik  ini. Karena memang, tempatnya yang agak terpencil dan belum begitu banyak dijamah pengunjung. Sekitar dua tahun terakhir ini mulai ramai berdatangan wisatawan lokal dari berbagai daerah maupun luar daerah, bahkan beberapa dari luar negeri sudah mengunjungi tempat ini. facebook.com/@erwinyuan Bukit Liaga menawarkan pesona khas perbukitan yang berdempetan dengan laut Flores. Dari atas bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan Pantai Bele dan Aewa. Latar elok itu sangat cocok bagi wisatawan yang suka berfoto dan mencari spot Instagramable. Untuk mencapai puncak Bukit Liaga yang memesona, wisatawan harus berjalan kaki. Rasa letih saat berjalan akan terbayar dengan pesona Bukit Liaga. Saat dijalan menuju kaki Bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan pantai. Apalagi, saat wisatawan mel...

Mengenal Fauna-Fauna Langka di Nusa Tenggara Timur

Hi Traveler! Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai macam fauna khas yang dilindungi karena angka kepunahannya di Indonesia saat ini menjadi cukup tinggi akibat aktivitas perburuan liar dan hilangnya habitat asli. Selain Komodo, terdapat Tikus Raksasa Flores dan Elang Flores loh! Yuk simak lengkapnya. komodo yang sedang berjemur Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia sehingga pemerintah Indonesia memasukkan kom...