Langsung ke konten utama

Bagaimana Potensi Wisata Medis di Masa Pandemi

Tahukah kalian apa itu wisata medis? Secara definisi bahasa, Wisata Medis / Medical Tourism adalah suatu perjalanan karena alasan kesehatan yang lebih cenderung menyangkut tindakan medis pengobatan (cure), operasi dan/atau tindakan medis lainnya, yang dilakukan terhadap penderita suatu penyakit atau kelainan kondisi kesehatannya. Berbeda dengan health/wellness tourism, yang merupakan suatu pariwisata kesehatan bertujuan untuk pemeliharaan dan/atau pemulihan kesehatan, dilakukan oleh orang yang sehat, tidak menderita suatu penyakit, atau orang yang baru sembuh. Wisata Medis secara umum merupakan bentuk baru pariwisata (Heung et al. 2011), atau suatu perjalanan yang terorganisir ke luar lingkungan lokal individu untuk pemeliharaan, peningkatan, dan pemulihan kesehatan dengan melakukan intervensi medis (Carl dan Carrera, 2010). 

sumber : google

Berdasarkan hasil tulisan pada laman edukota.com hasil penelitian mereka di negara Turki, India, Thailand, Meksiko, dan Republik Dominika, diketahui bahwa pada tahun 2019, di era sebelum pandemi, jumlah pasien yang mencari layanan medis ke lima negara sampel tersebut, mencapai angka 362 ribu hingga 3 juta pelancong medis. Wisata medis, disebut sebagai usaha ekonomi yang berkembang berkat kemampuannya untuk menawarkan fasilitas dan perawatan yang sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh institusi medis pada negara-negara berpendapatan tinggi di dunia. Disebutkan bahkan ada potensi penghematan hingga 90 persen dari angka perawatan medis yang dikeluarkan jika melakukan rawat inap atau penggunaan jasa profesional di negara-negara maju.

Peran pemerintah sangat diperlukan pada medical tourism sebagai regulator atau pengambil kebijakan dan dengan kerjasama yg baik bersama Asosiasi Wisata Medis Indonesia ( AWMI ) maka akan mempercepat tercapainya visi wisata medis Indonesia di 2020. Asosiasi medis Indonesia adalah perkumpulan seminat akan perkembangan Wisata medis Global dan ingin menerapkan kemajuan Wisata medis ini di Indonesia. Di dalamnya tergabung dokter umum, spesialis, perawat, sarjana kesehatan, artis, maupun awam yang memiliki visi dan misi yg sama Menurut AWMI, populasi pasien wisata medis terdiri dari dua kategori besar :

  1. Populasi pasien yang membayar dengan biaya sendiri atau out of pocket
  2. Populasi pasien dengan asuransi swasta sebagai pendorong adanya medical tourism

Afa Sholihah S/152010683032

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surabaya North Quay, Wisata Pesiar Lokal Rasa Internasional!

 Hi Traveler! Surabaya menjadi kota besar yang sering menjadi tempat tujuan wisata. Berbagai tempat belanja dari tradisional hingga modern ada di Ibukota Jawa Timur ini. Salah satunya adalah Surabaya North Quay atau yang biasa disingkat dengan SNQ. Surabaya North Quay berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya Timur, Jawa Timur. Tepatnya berada di lantai 3 area pelabuhan Pelindo 3. Surabaya North Quay (SNQ) beroperasi sejak tahun 2016. Sebelumnya, SNQ adalah terminal bagi kapal pesiar mewah yang bersandar. Namun, tempat ini sengaja dibenahi supaya dapat menjadi tempat wisata bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari luar daerah yang penasaran ingin melihat lautan lepas dari dekat dan kapal pesiar mewah yang sedang bersandar, menikmati keindahan sunset dengan suguhan pemandangan Selat Madura, Jembatan Suramadu, serta aktivitas lalu – lalang kapal di pelabuhan Tanjung Perak dan hal inilah yang menjadi daya...

Surga Tersembunyi Di Kabupaten Ende, NTT

Hi Traveler! Bukit Liaga adalah surga tersembunyi yang berada di desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Belum banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata bukit yang eksotik  ini. Karena memang, tempatnya yang agak terpencil dan belum begitu banyak dijamah pengunjung. Sekitar dua tahun terakhir ini mulai ramai berdatangan wisatawan lokal dari berbagai daerah maupun luar daerah, bahkan beberapa dari luar negeri sudah mengunjungi tempat ini. facebook.com/@erwinyuan Bukit Liaga menawarkan pesona khas perbukitan yang berdempetan dengan laut Flores. Dari atas bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan Pantai Bele dan Aewa. Latar elok itu sangat cocok bagi wisatawan yang suka berfoto dan mencari spot Instagramable. Untuk mencapai puncak Bukit Liaga yang memesona, wisatawan harus berjalan kaki. Rasa letih saat berjalan akan terbayar dengan pesona Bukit Liaga. Saat dijalan menuju kaki Bukit Liaga, wisatawan bisa menikmati keindahan pantai. Apalagi, saat wisatawan mel...

Mengenal Fauna-Fauna Langka di Nusa Tenggara Timur

Hi Traveler! Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai macam fauna khas yang dilindungi karena angka kepunahannya di Indonesia saat ini menjadi cukup tinggi akibat aktivitas perburuan liar dan hilangnya habitat asli. Selain Komodo, terdapat Tikus Raksasa Flores dan Elang Flores loh! Yuk simak lengkapnya. komodo yang sedang berjemur Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia sehingga pemerintah Indonesia memasukkan kom...